Benny Rhamdani: Perampok Uang Rakyat, Mereka Layak Disebut Maling, Garong dan Penjarahan Benny Rhamdani: Perampok Uang Rakyat, Mereka Layak Disebut Maling, Garong dan Penjarahan Kabar Korupsi - Berita Korupsi Hari ini - KabarKorupsi.com Benny Rhamdani: Perampok Uang Rakyat, Mereka Layak Disebut Maling, Garong dan Penjarahan Berita Korupsi Hari ini, Kabar Korupsi Terpercaya - KabarKorupsi.com

Iklan

Benny Rhamdani: Perampok Uang Rakyat, Mereka Layak Disebut Maling, Garong dan Penjarahan

KabarKorupsi.Com
5/8/20, 1:21 AM WITA Last Updated 2020-05-07T18:49:42Z
Benny Rhamdani: Perampok Uang Rakyat, Mereka Layak Disebut Maling, Garong dan Penjarahan
Benny Rhamdani Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). (Foto: Istimewa) 

JAKARTA, KabarKorupsi.Com - Dimasa karantina wilayah dikarenakan Pandemi Virus Corona atau Covid-19, Benny Rhamdani yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyempatkan diri bersantai dengan keluarga. Dalam video yang berdurasi 07:12 itu, terlihat dua pengamen menyanyikan Iwan Fals - Manusia Setengah Dewa yang diukuti oleh BRANI sapaan akrab mantan Senator DPD RI bersama keluarga dan teman-temannya.

Setelah perjalanan lagu yang dinyanyikan oleh pengamen itu, terlihat Brani berdiri mendekati kedua pengamen dan ikut bernyanyi bersama-sama. Sampai di menit 02:45 dalam video itu, Brani ungkapkan rasa kepiluhannya tentang kehormatan para pejabat, anggota Legistatif dan Kepala Daerah yang terlibat Korupsi.

"Halo teman dan sahabat, malam hari ini kita ada di karantina. Jika Negara dipimpin oleh para Bedebah, maka uang rakyat pasti akan dijarah. Rakyat telah memberikan mandat politik kepada mereka yang ada di birokrasi dan bahkan juga mereka yang berada di anggota DPR yang ada di gedung Legislatif. Mereka orang-orang terhormat yang di sumpah atas nama Tuhan, bahkan Alkitab dan Al Quran diletakan dikepala mereka, hari pertama mereka ingin menjabat mandat kekuasaan yang diberikan Rakyat," jelas Brani yang pernah menjadi anggota DPRD Sulut sebanyak 3 Periode itu.

Tapi setelah mereka berkuasa, lanjut Brani, akhirnya mereka menjadi penghianat. Mandat rakyat tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh bahkan uang rakyat dirampok untuk memperkaya dirinya dan keluarganya.

"Lalu apa artinya Agama bagi mereka, lalu apa maknanya keyakinan bagi mereka, lalu apa isi Alkitab dan isi Al Quran yang mereka baca setiap hari dirumah mereka?...," tegas Brani dalam Video tersebut.

Dia juga menuturkan, kurang lebih ada 324 kepala daerah terlibat korupsi, 1.492 anggota DPR RI, Provinsi dan Kabupaten/Kota terlibat korupsi. Kalau menggunakan kata Koruptor, itu bahasa yang terlalu akademik dan ilmiah, mereka layak disebut maling, mereka layak disebut garong dan mereka layak disebut penjarah.

"Karena perampokan uang rakyat tidak layak dilakukan oleh mereka yang mendapatkan mandat kekuasaan dari masyarakat. Malam ini kita melihat dan menyaksikan dua anak muda yang mencari makan dengan cara yang halal menjadi pengamen. Mereka lebih terhormat dihadapan Tuhan dibandingkan mereka yang disebut pejabat Negara, karena mereka mencari sesuap nasi dengan menjual suaranya, dengan cara mengamen mereka tidak perlu disumpah atas nama Agama, mereka tidak perlu meletakan Al Quran dan Alkitab diatas kepalanya. Tapi mereka tidak pernah mengambil yang bukan milik haknya, mereka mencari sesuap nasi dengan cara halal menjadi pengamen," jelas Brani yang selalu vocal saat menjadi anggota legislatif Sulut.

Diapun menegaskan, teman dan sahabat, Negara Indonesia mengakui enam Agama. Islam, Hindu, Buddha, Katolik, Kristen Protestant dan Kong Hu Cu, rumah-rumah Ibadah bahkan dibangun megah. Tapi kita menyaksikan kadang kalah kitab suci disimpan di lemari rumah masing-masing pejabat Negara karena merampok uang rakyat menjadi kebiasaan meraka.

"Yang dirugikan dan dihianati adalah rakyat, lima tahun sekali masuk ke TPS memberikan suaranya dan mencoplos orang yang dijadikan mandat politik, tapi selama lima tahun juga mandat politik rakyat dihianati oleh mereka. Bicara hukum di Negeri ini, hukum tajam kebawah tumpul keatas, jika ada orang miskin bermasalah dengan orang kaya, putusan ketukan palu hakim pasti akan menguntungkan orang kaya. Jika orang kecil bermasalah dengan orang besar, putusan hukum akan menguntungkan dan berpihak kepada orang besar," tegas Brani seraya menambahkan, kita membutuhkan keadilan, rakyat membutuhkan keadilan dan kepastian hidup di Negeri yang mengaku demokrasi yang menjadikan hukum sebagai panglima di Republik ini.

"Yang kita butuhkan bukan orang pinter, yang kita butuhkan bukan orang yang memiliki gelar panjang. Yang kita butuhkan orang baik yang akan memperbaiki kehidupan rakyat secara sungguh-sungguh. Kita hanya butuh seorang Jokowi untuk memimpin republik ini," tutup Brani yang masih diiringi gitar oleh dua pengamen tersebut.

Usai Brani mengutarahkan kata hatinya, langsung diberikan tepuk tangan semua yang hadir santai ria dimalam itu dan dilanjutkan kembali dengan lagu Iwan Fals - Manusia Setengah Dewa sampai selesai.




Penulis: Redaksi

Iwan Fals - Manusia Setengah Dewa Lirik

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Suara yang keluar dari dalam goa
Goa yang penuh lumut kebosanan
Walau hidup adalah permainan
Walau hidup adalah hiburan
Tetapi kami tak mau dipermainkan
Dan kami juga bukan hiburan
Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa
Masalah moral, masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu, urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau
Tegakkan hukum setegak-tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa
Masalah moral, masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja…

Baca Juga

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini

Berita Korupsi

+
CLOSE ADS
CLOSE ADS