Tidak Beli Buku, Dana Bos Tahap II Diduga Dipakai Kepsek Membangun Rumah Pribadi

Iklan Semua Halaman

Tidak Beli Buku, Dana Bos Tahap II Diduga Dipakai Kepsek Membangun Rumah Pribadi

Redaksi
Selasa, 15 Oktober 2019

Baca Juga

SMP Negeri 1 Dimembe di Tatelu. 

MINUT, KabarKorupsi.Com - Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar 100 jutaan untuk tahap II diduga di Korupsi oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Dimembe di Tatelu, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) inisial KJK alias John. Pasalnya, pencairan dana BOS di tahap II 40 persen untuk pembelian buku tidak diadakan oleh Kepsek alias fiktif, diduga dana tersebut untuk membangun rumah pribadinya.

Menurut informasi yang dapat dipercaya, setelah KJK menjabat sebagai Kepsek di SMPN 1 Dimembe di Tatelu, banyak permasalahan yang timbul.

"Ada beberapa kali pencairan dana BOS tidak pernah digunakan untuk peruntukan perbaikan atau pengadaan keperluan di sekolah, malahan Kepsek yang sekarang terlihat sedang membangun rumah pribadinya. Tidak menuduh, tapi kalau melihat situasi, pasti dana BOS untuk sekolah dipindahkan demi pembangunan rumah pribadi yang sedang dia (Kepsek red) bangun," ungkap beberapa warga yang berbicara disekitaran sekolah, Jumat (11/10/2019).

Lebih sadis lagi informasi yang dapat, diduga ada konspirasi antara Kepsek dengan oknum petugas Inspektorat. Karena, beberapa kali pada saat ada kunjungan dari oknum petugas Inpektorat untuk melakukan pemeriksaan ke sekolah. Tapi tidak terlihat tanda-tanda aktifitas pemeriksaan administrasi dana BOS.

"Kami heran, sebagai oknum petugas Inspektorat seharusnya datang ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan. Tapi yang kami lihat, para oknum petugas datang ke sekolah hanya dipanggil Kepsek tidak tahu pergi kemana, lalu tidak kembali dan tidak melakukan pemeriksaan di sekolah," jelas beberapa warga seraya menuturkan, ada juga beberapa guru Honorer sudah sembilan bulan tidak dibayar gaji mereka.

"Ada juga beberapa guru honorer tidak dibayar, bahkan ada guru honorer sampai berhenti karena gaji mereka tidak dibayarkan oleh pihak sekolah," beber warga sambil membubarkan diri dari perbincangan.

Saat di Konfirmasi KJK Kepsek SMPN 1 Dimembe di Tatelu membantah hal tersebut. Dia (Kepsek red)  malahan tantang untuk mempublikasikan berita ini.

"Bagi saya tidak masalah, silahkan publikasi berita ini. Karena saya tidak melakukan seperti penjelasan ocehan warga," tegasnya, Minggu (15/10/2019) dikediamannya.

Bisa dijelaskan lanjut dia, pihaknya tidak pernah melakukan kesalahan terhadap dana BOS. Jadi dirinya merasa itu tuduhan fitnah.

"Penjelasan warga adalah fitnah, siapun yang mengatakan demikian tentang saya soal Dana BOS, saya tidak perduli. Karena saya pergunakan dana BOS sesuai prosedur dan aturan," tandasnya.

Penulis: Redaksi