Dikarenakan Biaya, Siswa Korban Penikaman di Larang Pulang

Iklan Semua Halaman

Dikarenakan Biaya, Siswa Korban Penikaman di Larang Pulang

Redaksi
Kamis, 17 Oktober 2019

Baca Juga

Rumah Sakit Wolter Monginsidi Manado. 

MANADO, KabarKorupsi.Com - Usai insiden penikaman salah satu Siswa SMA Negeri 1 Manado, langsung dibawa ke Rumah Sakit Wolter Monginsidi Teling Atas untuk melakukan perawatan. Tapi sayangnya setelah di operasi FP alias Nando korban penikaman itu harus berurusan dengan biaya pengobatan dan dilarang pulang oleh pihak rumah sakit sampai bisa melunasi semua biaya.


Menurut Ayah korban, awal anaknya dibawa ke rumah sakit Wolter Monginsidi untuk dirawat. Setelah itu para perawat di rumah sakit mengatakan harus dilakukan operasi.

"Usai operasi, biayanya yang harus kami bayar sebesar 8 juta lebih. Tapi kami orang tua tak mampu membayar uang operasi sebesar itu. Kamipun meminta kepada pihak rumah sakit agar kami bisa melakukan pembayaran secara cicil, namun pihak rumah sakit menolaknya," jelas Ayah korban Denny Pesik, Rabu (16/10/2019) Saat mengaduh di Sekretariat Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) Sulawesi Utara (Sulut).

Lanjutnya, dari pihak rumah sakit mengatakan kalau tidak melunasi semua biaya perawatan anak ini tidak bisa pulang. Harus dibayar lunas, baru bisa pulang.

"Kami sudah melakukan upaya apapun agar anak kami bisa pulang. Tapi pihak rumah sakit menolak tegas upaya kami dan sekarang anak kami sudah mengeluh sakit pinggang dan perut, karena usai operasi anak kami tidak ada lagi perawatan dari rumah sakit, baik dari obat maupun perawatan lainnya. Sepertinya anak kami dibiarkan rumah sakit agar menderita sakit yang lain," tuturnya.

Padahal ungkap dia (Ayah korban red), pihaknya memiliki Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Mandiri, pihak rumah sakit sempat memberikan jalan agar anak ini bisa menggunakan BPJS. Namun setelah sudah ikuti apa yang dikatakan rumah sakit, akhirnya kebelakang ditolak juga oleh pihak rumah sakit.

"Kami disuruh rumah sakit untuk membuat laporan polisi agar bisa menggunankan BPJS, tapi setelah ikuti kata rumah sakit akhirnya ditolak juga untuk memakai BPJS," katanya.

Dengan itu tambah Denny, pihaknya berharap kepada rumah sakit agar bisa memberikan keringanan membayar biaya pengobatan anaknya. Agar anaknya bisa pulang untuk dirawat dengan baik di rumah.

"Kami hanya meminta pihak rumah sakit bisa percaya kepada kami, biaya pengobatan di rumah sakit pasti kami lunasi. Tapi tolong kasih pulang anak kami, jangan ditahan, karena kami perhatikan sampai saat ini anak kami tidak lagi ada perawatan dari pihak rumah sakit," tandasnya.

Penulis: Redaksi